Kamis, 12 Maret 2015



     Saat mengenakan pakaian berwarna hitam, tidak jarang kita merasa kurang percaya diri karena ada noda deodoran yang membekas pada bagian ketiak. Sebenarnya, cara menghilangkan noda deodoran di ketiak pakaian yang berwarna hitam ini cukup mudah. kamu hanya memerlukan deterjen yang tepat untuk membersihkan noda deodoran tersebut, serta membuatnya kembali harum dan segar.
Langkah awal untuk menghilangkan noda deodoran di ketiak pakaian yang berwarna hitam adalah dengan menyiapkan bahan-bahan berikut ini:
  •    Rinso Molto Aroma Essence
  • Air
  • Ember
  • Sikat lembut
  • Handuk kertas atau kain lembut

Setelah bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menghilangkan noda deodoran pada bagian ketiak baju berwarna hitam telah siap, kamu dapat mencuci baju tersebut dengan langkah-langkah berikut ini:
  1. Oleskan Rinso Molto Aroma Essence pada bagian ketiak pakaian berwarna hitam secukupnya
  2. Rendam pakaian ke dalam ember yang berisi campuran air bersih dan Rinso Molto Aroma Essence selama kurang lebih 30 menit
  3. Angkat pakaian dari ember, lalu lapisi bagian belakang ketiak dengan handuk kertas atau kain lembut
  4. Kemudian gosok bagian ketiak dengan menggunakan sikat lembut. Setelah itu, balik bagian ketiak dan lapisi dengan handuk kertas. Lalu, gosok kembali bagian ketiak pakaian tersebut
  5. Setelah noda deodoran pada ketiak bersih, cuci seluruh bagian pakaian dengan Rinso Molto Aroma Essence
  6. Bilas pakaian dengan air hingga bersih
     Untuk membersihkan noda deodoran pada ketiak, sebaiknya kamu mencuci pakaian tersebut dengan menggunakan tangan. Pastikan kamu menggunakan Rinso Molto Aroma Essence saat mencuci baju berwarna hitam yang memiliki noda deodoran tersebut. Sebab, Rinso Molto Aroma Essence dapat membersihkan noda pada pakaian 2 kali lebih baik dari deterjen lain, tanpa melunturkan warna pakaian hitam tersebut.


Sponsored by Rinso


Rabu, 11 Maret 2015



      Pakaian rapi, bersih dan wangi setiap hari merupakan dambaan setiap orang. Namun, hal itu tidak bisa didapatkan dengan mudah. Cahaya matahari merupakan hal utama yang menjadi penentu pakaian kering dengan sempurna. Musim hujan merupakan musuh utama cucian Anda, karena cucian bisa saja tidak mongering sempurna bahkan timbul bau. Sungguh mimpi buruk bukan ? Lalu, bagaimana cara agar bisa mencuci kilat ala rumahan pada musim hujan ? Berikut webmo berikan tips mencuci kilat di musim hujan  :
1.      Pertama, pastikan anda memiliki mesin cuci yang memiliki fitur memeras, karena dengan fitur ini dapat memeras cucian secara otomatis sehingga kadar air dalam pakaian akan berkurang dalam jumlah yang banyak. Cucian pun menjadi setengah kering sehingga proses pengeringan lebih singkat.
2.      Kedua, setelah selesai proses pencucian dan pemerasan, baju anda sudah mencapai 75-80% kering, untuk mempercepat proses pengeringan siapkan sebuah setlika listrik, nyalakan dan sesuaikan dengan ketahanan dan jenis baju anda. Karena terkadang tidak semua bahan pakaian memiliki ketahanan terhadap panas yang berlebih. Setelah setlika panas, gosok lah pakaian anda yang setengah kering perlahan dan merata agar air yang masih terkandung didalam baju menguap. Jika jenis bahan pakaian anda termasuk dalam kategori lemah terhadap panas, bisa juga ditambahkan lapisan untuk menahan panas.
3.      Ketiga, siapkan kipas angin untuk proses finishing pengeringan baju. Gantung pakaian anda yang tadi didepan kipas angin, diamkan selama 15 menit didepan kipas angin hingga kering merata.
4.      Pada proses terakhir, setlika lagi pakaian anda secara merata dan rapih. Jangan lupa tambahkan pelicin dan pewangi pakaian. Dan, pakaian anda siap untuk digunakan tanpa proses penjemuran matahari.


Original tips by Webmo

Minggu, 08 Maret 2015



Biasanya seprai merupakan bagian yang paling mudah kotor, namun selimut dan bantal juga harus dibersihkan secara teratur. kamu tentu menginginkan kenyamanan saat beristirahat, kan? Kebersihan tempat tidur adalah kunci utama untuk mendapatkan kenyamanan tersebut. Untuk itu, cuci bantal, seprai, selimut dalam beberapa kali kurun waktu tertentu.
Di setiap seprai biasanya terdapat label yang memberikan petunjuk bagaimana cara mencuci seprai yang benar. Penggunaan deterjen yang tepat dapat membersihkan seprai dari noda atau aroma keringat yang melekat. Waktu yang tepat untuk mencuci seprai adalah 1 kali dalam seminggu atau dua minggu. Jika lebih dari waktu tersebut, seprai akan menjadi lebih susah untuk dibersihkan.
Bantal yang berbau tidak sedap tentu akan mengganggu kenyamanan istirahat Ibu dan keluarga. Oleh karena itu, sebaiknya cucilah sarung bantal setiap kali kamu juga mencuci seprai. Sediakan minimal 2 sarung bantal di rumah sebagai cadangan saat sarung bantal lainnya sedang dicuci. Untuk cara mencuci bantal, kamu bisa melakukannya sama seperti cara pencucian seprai. Untuk pencucian bantal itu sendiri dapat dilakukan 1 kali dalam waktu 3-4 bulan. Selain bantal dan seprai, kamu juga harus mencuci selimut. Cara mencuci selimut yang tepat dilakukan 1 kali dalam dua minggu atau bersamaan dengan pencucian seprai dan sarung bantal.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang sebaiknya kamu lakukan untuk mencuci bantal, seprai dan selimut dengan benar:
  1. Bacalah label yang tertera pada seprai, selimut dan bantal. Untuk meringankan tugas kamu, seprai dan selimut bisa dicuci menggunakan bantuan mesin cuci.
  2. Gunakan air dengan suhu hangat untuk mencuci seprai, selimut dan bantal untuk membunuh kuman yang melekat pada kain
  3. Pisahkan pencucian seprai, selimut dan bantal dengan pakaian sehari-hari. Untuk mempermudah proses mencuci, sebaiknya cuci seprai, selimut dan sarung bantal seminggu sekali sampai dua minggu sekali.
  4. Pisahkan antara seprai, selimut dan bantal jika masing-masing memiliki warna kain yang berbeda
  5. Gunakan deterjen khusus dan pelembut untuk mesin cuci jika kamu mencuci ketiga barang tersebut dengan bantuan mesin cuci.
  6. Jemur seprai, selimut dan bantal yang sudah bersih di bawah sinar matahari




Kamis, 05 Maret 2015




     Saat ini jeans adalah salah satu celana favorit yang disukai masyarakat kita, selain memang nyaman digunakan jeans juga bisa membuat orang yang memakainya terlihat trendy dan casual. Tapi kita juga perlu pahami juga cara mencuci baju berbahan dasar jeans agar bahannya tetap awet dan warnanya tidak mudah pudar saat proses pencucian. Untuk jeans berwarna gelap yang lebih rentan luntur sebaiknya mencuci jeans secara terpisah dari pakaian lainnya. Selain itu agar kotoran pada celana tidak terlalu bandel, sebaiknya tidak memakai jeans lebih dari 7 hari. Hal ini bertujuan agar noda kotoran mudah dihilangkan dan tidak menimbulkan flek pada celana jeans.
Kemudian, cucilah jeans dengan cara berikut ini    :
1.  Balik, sehingga bagian dalamnya berada di luar untuk menjaga warnanya.
2.  Rendam jeans di dalam air dingin, hindari penggunaan air hangat karena bisa membuat pakaian berbahan jeans Anda menyusut
3.  Cek label cara pencucian yang terdapat pada pakaian jeans untuk mengetahui takaran deterjen yang kamu butuhkan untuk mencucinya
4.  Tambahkan sedikit cuka pada air rendaman untuk menjaga agar jeans berwarna gelap tidak luntur
5.  Mencucinya dengan tangan bisa menjaga bentuk jeans kesayangan kamu
6.  Jemur jeans di bawah sinar matahari dan biarkan mengering secara alami agar tidak menimbulkan bau apek dan jamur.

2.        Jika kamu sudah menggunakan deterjen yang dapat melindungi warna jeans agar tidak luntur, sebaiknya tidak perlu lagi menggunakan cuka. Karena manfaat deterjen tersebut sudah cukup untuk mencegah kelunturan, terutama pada pencucian pertama. Jika setelah dicuci berulang kali namun pakaian jeans masih luntur, coba untuk merendamnya dengan cuka dan air dingin semalaman. Esok pagi, bilas dengan air dingin dan cuci seperti biasa. Sebaiknya pisahkan dari pakaian lainnya untuk mencegah pakaian kesayangan anda terkena luntur. Untuk mengeringkan pakaian jeans, hindari dengan pengeringan menggunakan mesin. Suhu panas yang terdapat pada mesin pengering bisa mengubah bentuk jeans kamu. tidak ada salahnya bila menyediakan beberapa pakaian jeans lain untuk dipakai secara berkala.
ji

Sumber:

Minggu, 01 Maret 2015





"7 Kunci Sukses Bisnis Laundry #Part 2"


3. Fokus pada pelayanan
   
         Kebanyakan dari kita saat awal - awal kita membuka laundry pasti melakukan pelayanan sepenuh tenaga dan semaksimal mungkin, akan tetapi seiring jalannya waktu saat mulai kebanjiran order banyak dari kita yang mulai menomer dua akan pelayanan. Hal itu sungguh disayangkan, karena menurut kami pelayanan adalah tonggak penting dalam keberlangsungan laundry anda kedepannya. Jika pelanggan sudah puas dengan pelayanan laundry anda, maka mereka akan loyal dan tidak akan berpindah ke laundry lain.


4,  Menjaga kualitas
          
          Yang membedakan laundry anda dengan laundry pesaing disekitar anda adalah kualitas hasil setlikaan dan packing. Oleh karena itu alangkah baiknya jika anda memiliki sebuah standart kualitas hasil yang jelas dan harus anda selalu terapkan. Selain itu juga tanamkan pola pikir kepada karyawan anda bahwa kualitas adalah hal yang penting untuk menjaga kelangsungan usaha laundry anda. 


5.  Tenaga yang terampil dan terlatih

          Karyawan untuk bisnis laundry ialah salah satu faktor pendukung vital dan penting dalam usaha laundry anda, maka carilah orang dan latih karyawan anda bukan orang yang hanya bisa mencuci dengan mesin cuci dan menyetrika baju saja. Tetapi harus memiliki ketrampilan lain dan kemauan untuk belajar. Yang lebih spesifik, yakni memahami cara memperlakukan baju berdasarkan bahan atau kainnya. Keteledoran karyawan yang paling sering adalah menghilangkan cucian, salah menyetrika yang menyebabkan baju mengkerut atau
terbakar/tidak rapi, salah mencuci yang menyebabkan baju luntur warnanya, salah mengemas yang menyebabkan baju tertukar.
          Untuk menghindari hal itu, maka buatlah sebuah standart operational procedure ( SOP ) sehingga memudahkan proses kerja dan menghindari resiko - resiko diatas.



6.  Rutin melakukan maintenance peralatan dan perlengkapan kerja

          Anggaran untuk maintenance peralatan wajib kita sediakan minimal 10% dari laba bersih laundry setiap bulan, hal ini dilakukan agar peralatan dan perlengkapan kerja anda selalu berada dalam kondisi prima, selain itu lakukan service mesin maksimal 3 bulan sekali agar tidak ada mesin yang tiba - tiba rusak dan bisa mengganggu keberlangsungan laundry anda.


7.  Lakukan kegiatan promosi

         Dalam bauran pemasaran, salah satu hal yang mendukung kesuksesan suatu usaha adalah kegiatan promosi. Fungsi promosi sendiri ialah untuk menginformasikan dan mempengaruhi orang sehingga tertarik untuk melakukan transaksi produk barang atau jasa yang kita pasarkan. Dalam banyak usaha yang sukses, unsur promosi juga pasti selalu dianggarkan namun besar nya tergantung dari besar kecil usaha masing - masing. Ada berbagai macam cara untuk melakukan promosi didalam usaha laundry, antara lain program member, program cuci bulanan, voucher gratis, diskon khusus, dll.


Okee, itulah sedikit info tentang kunci sukses berbisnis laundry. Namun keberhasilan suatu usaha, tetaplah berada ditangan pemiliknya, semoga info diatas berguna bagi juragan juragan semua.



Original tips by Webmo,- 
dari berbagai sumber

Rabu, 08 Oktober 2014



"7 Kunci Sukses Bisnis Laundry"

  1. Harga yang rasional
          Rasionalnya sebuah harga akan menjadi salah satu faktor penting dalam maju atau tidaknya usaha laundry anda. Dengan harga yang kurang rasional menyebabkan cashflow usaha anda menjadi lemah dan kesulitan dalam pengembangan usaha. apalagi jika berkaitan dengan penambahan alat operasional dikarenakan cashflow yang rendah. Berikan kelebihan - kelebihan pada laundry anda, sehingga mempantaskan harga yang tinggi sebanding dengan kualitas dan kelebihan yang ada. Sebagai contoh berikan kenyamanan kepada konsumen dengan lingkungan kerja yang bersih, lahan parkir yang memadai, garansi kualitas laundry anda, menerapkan standar pelayanan , dan masih banyak lagi.

     2.  Tempat yang memadai

          Salah satu yang mempengaruhi besarnya kapasitas produksi suatu laundry adalah aspek tempat, jika tempat yang anda pilih terlalu sempit akan sangat berimbas terhadap kapasitas, hal ini dikarenakan jikalau tempat terlalu sempit, jumlah pakaian konsumen yang bisa anda kerjakan juga terbatas karena minimnya lahan untuk penyimpanan pakaian sebelum diproduksi. Selain itu jika lahan yang ada terlalu minim, akan memperbesar resiko pakaian yang tertukar atau tercampur. Untuk itu pikirlah secara matang sebelum memilih tempat usaha anda, usahakan jangan terlalu sempit.

Lokasi Sempit  - Omset pun kecil - Profit Rendah - Stagnan - Jenuh - Akhirnya Tutup

bersamsung ke #Part 2
  

Jumat, 26 September 2014

     
insert : outlet 3 webmo

     Seiring berkembangnya jaman, laundry kiloan juga mengalami banyak perkembangan dan kemajuan. Yang awalnya hanya usaha rumahan biasa, sekarang bahkan ada yang mampu menembus omset milyaran rupiah. Hanya dari mencuci pakaian konsumen. Hanya?? Jangan salah, Laundry adalah salah satu usaha yang kompleks dan akan menjadi rumit jika tidak mempunyai sistem kerja yang bagus dan tertip, hal ini dikarenakan obyek kerjanya yang bisa dibilang banyak. Mulai dari tshirt, celana jeans, kemeja konsumen , dll.
      Namun walaupun bisa dibilang kompleks, akan tetapi pertumbuhan laundry kiloan dikota - kota besar makin bertumbuh, bak jamur dimusim hujan. Oleh karena itu, Mr. Webmo kali ini akan menjelaskan mengapa laundry kiloan berkembang pesat saat ini. Adapun penyebabnya ialah :


  1. Saat ini masyarakat sedang mencari alternatif untuk menyelesaikan permasalahan pakaian kotor yang terus menumpuk dirumah tiada habisnya.
  2. Merupakan terobosan dalam kepraktisan sistem order dan keekonomisan dalam pembayaran jasa laundry.
  3. Penanganannya per konsumen ( Privacy )
  4. Mempunyai konsep open kitchen yang mampu membangun kepercayaan konsumen
  5. Menjangkau semua segmen baik bawah, menengah, ataupun atas.

    Dari faktor - faktor diatas, mari kita lihat fakta - fakta selanjutnya tentang jumlah pertumbuhan jumlah laundry , khususnya di Yogyakarta berikut.
  • Pada tahun 2003 awalnya berdiri 3 outlet laundry kiloan.
  • Kemudian pada tahun 2005 jumlahnya bertambah menjadi 60 outlet baru
  • 2006 jumlahnya melonjak lagi menjadi 175 outlet
  • 2008 jumlah outlet baru menjadi 475
  • dan data terakhir pada tahun 2012 jumlahnya melonjak drastis menjadi 2500 outlet
Sungguh jumlah yang sangat mencengangkan bukan? bahwa setiap tahun jumlah laundry di kota Yogyakarta melonjak 2x Lipat. dan Ajaibnya, setiap Outlet baru yang dibuka mendapatkan konsumen!! Masih ragu dengan prospek usaha laundry yang tiada habisnya ini ?

Rabu, 16 Juli 2014


Foto : Outlet Akademi Laundry

Coba apa yang terpikir saat menyimak angka-angka di bawah ini? Di Jakarta yang berpenduduk sekitar 8 juta atau kurang-lebih 2 juta kepala keluarga, diprediksi hanya kurang dari 0,5 % yang terjamah jasa binatu. Pada 2007 ini, ditengarai angkanya baru sedikit meningkat dibandingkan angka tahun lalu yang diperkirakan sekitar 5.000 kepala keluarga.  
Padahal, pergeseran gaya hidup serta tuntutan kebutuhan ekonomi menyebabkan sebagaian besar penghuni Jakarta menjadi keluarga super sibuk. Hampir semua anggota keluarga, baik suami maupun istri dituntut memiliki mobilitas tinggi dan menghabiskan sebagian besar waktunya pada aktifitas di luar rumah.  Hal itu tidak ayal menyebabkan beberapa urusan di dalam rumah kurang menjadi perhatian karena setelah lelah seharian bekerja yang terpikir sesampai di rumah adalah istirahat. Pekerjaan mencuci dan menyetrika baju misalnya, kerap kali menjadi urusan yang merepotkan sehingga butuh bantuan orang lain sebab mau tidak mau penampilan yang bersih dan trendy diperlukan untuk mendukung setiap kegiatan.  

Maka tidak salah apabila
 laundry merupakan salah satu bisnis jasa yang pasti akan terus berkembang. Tidak hanya di Jakarta, di kota-kota besar lainnya pun, pasarnya cukup menggiurkan. Di Jogjakarta yang tercatat memiliki 300.000 mahasiswa dan pelajar, konon bisa menghasilkan perputaran omset tidak kurang dari Rp 1,5 miliar per bulan. Dan ini hanya dinikmati 300-an laundry. Secara garis besar, saat ini berkembang dua jenis binatu berdasarkan model penghitungan biaya. Yang terlebih dahulu ada yakni berdasarkan jumlah pakaian per potong, kemudian menyusul model laundry dengan mengitung berat cucian atau laundry kiloan yang belakangan mulai marak.   

Fenomena yang disebut terakhir ini cukup menarik. Sekarang bayangkan saja, misalkan 10% dari 2 juta keluarga di Jakarta dengan rata-rata terdiri 4 orang anggota bisa tergarap maka sama artinya terdapat 800.000 orang minta dilayani. Apabila setiap hari masing-masing mempunyai pakaian kotor sebanyak 1,5 kg pakaian berarti 1.200 ton siap dicuci. Itu baru sejumlah konsumen dari keluarga dan belum menghitung pangsa pasar lain seperti jutaan kamar penginapan dan hotel, masih ditambah restoran dan lain-lain. Bisa dipastikan omset yang mampu diraup mencapai triliunan rupiah per bulan!
 

Peluang menggiurkan itulah yang ditangkap para pengusaha sehingga banyak binatu baru mulai bermunculan. Contohnya Fasolia Winda dan Litha Aprilyanti yang bekerja sama mendirikan Umi Klin. Meski baru beroperasi mulai 1 Maret 2007 tetapi bisnisnya mulai dirintis sejak bulan Januari dengan mengusung konsep laundry kiloan. Bermarkas di kompleks perumahan di kawasan Bekasi maka pasar utama yang dibidik tidak lain adalah para keluarga yang menjadi penghuni perumahan.  
 
    
 
Mengaku tidak mau membuka usaha asal jadi Winda melakukan berbagai persiapan, di antaranya survei
 laundry kiloan sejenis yang telah lebih dahulu ada. Menariknya jebolan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya itu menerapkan strategi yang agak berbeda untuk pengembangan usaha. Ia mengamati bisnis laundry pada umumnya mengoperasikan usahanya dulu baru disusul pembukaan agen-agen, sehingga perkembangannya lebih lambat. "Dari awal saya berkesimpulan kalau saya berdiri tanpa bantuan dari mitra-mitra, perkembangannya akan lambat sekali. Maka sebelum jalan, saya berusaha menghubungi orang-orang yang bersedia menjadi agen," ungkap mantan aktifis bidang pendekatan personal itu. 

Sehingga sejak awal buka, dikatakan, sudah terdapat 15 agen dan sekarang telah menjadi sekitar dua puluhan orang. Uniknya mereka ternyata bergabung tidak semata-mata gratis tetapi dibebani biaya stater pack spanduk maupun brosur. Sebab bukan hanya sebagai tempat transit, agen dituntut aktif pula melakukan penawaran jasa ini di wilayah tertentu termasuk menawarkan bentuk kerja sama ke rumah-rumah sakit, misalnya Besarnya biaya kemitraan tidak sama, tetapi tergantung bargain poweryang disesuaikan kondisi perusahaan. Artinya semakin banyak jumlah agen yang terdaftar, nilai rupiahnya juga semakin tinggi. "Biaya itu sekaligus berfungsi sebagai motivator," imbuhnya.
 

Dengan mengandalkan kekuatan jaringan seperti itu Winda serta Litha bisa berbangga karena keduanya hanya membutuhkan waktu dua minggu untuk memenuhi target mencuci 110 kg per hari. Sedangkan pada laundry yang memakai strategi konvensional dibutuhkan setahun lebih untuk bisa mencapai target 100 kg lebih per hari. Dengan modal investasi sekitar Rp 40 juta dan cukup 3 unit mesin cuci masing-masing dapat beroperasi 5 kali dalam sehari, pada bulan pertama sudah mampu menghasilkan pemasukan sekitar Rp 15 juta.
 

Agar jasa yang ditawarkan mudah diterima oleh konsumen dua wanita kelahiran Sumatera Selatan ini berusaha membuat berbagai variasi yang fleksibel. Di samping layanan standar cuci plus setrika dengan tarif murah Rp 5.500,00 per kilo, mereka juga menawarkan paket jasa setrika pakaian dengan biaya Rp 3 ribu. Umi Klin bahkan mempunyai program sistem out source, pelanggan boleh mencuci sendiri pakaian kotor mereka dengan biaya Rp 3 ribu tiap setengah jam, atau sama dengan Rp 6 ribu per jam. Ada juga paket hemat keluarga dengan biaya sebesar Rp 250 ribu per bulan yang bisa dibayarkan setelah menerima gaji bulanan serta layanan antar-jemput maupun pilihan bagi konsumen apakah pakaian tersebut hendak dilipat ataukah digantung.   
 
 
 
Melihat prospek usaha yang cukup cerah istri Allan Demon itu juga sudah melirik kemungkinan kerja sama waralaba walaupun belum genap berusia setengah tahun. Disebutkan saat ini meskipun belum terdapat penawaran resmi namun paling tidak sebanyak 8 calon franchisee menyatakan berminat, dua di antaranya dari Bogor serta Bangka-Belitung. "Pada dasarnya untuk bisnis laundry tidak terlalu terpengaruh lokasi. Kuncinya adalah kemampuan membentuk agen-agen di berbagai daerah. Saya tidak mau ada lebih dari satu agen di wilayah yang sama," Winda mengungkapkan keyakinannya. Walau begitu diakui pula tingkat persaingan yang terjadi cukup tinggi sehingga mengatasinya harus dengan memperkuat kualitas pelayanan termasuk cara mendekati costumer dengan sikap keramah-tamahan.
 

Sikap optimis juga ditambahkan Litha karena melihat celah pasar lumayan lebar, yakni banyaknya keluarga sibuk, sementara mendapatkan pembantu rumah tangga yang bisa dipercaya gampang-gampang susah. "Keuntungan  di Jakarta dibandingkan dengan kondisi di daerah, daya beli lebih tinggi dan kuantitas warganya lebih banyak," tukasnya.
 


Analisa Bisnis Laundry Kiloan
 
Investasi usaha                                                                                                 Rp 40.000.000,-
 

Penghasilan (Asumsi 100 kg cucian/hari)    Rp 550.000,- X 30 hari         Rp 16.500.000,-
Biaya operasional                                                                                            Rp   9.000.000,-
 
                                                                                                                                ---------------------
 
Keuntungan bersih per bulan
                                                                         Rp  7.500.000,- 
Kesimpulan: Investasi sudah kembali pada 6 bulan pertama      
 
Harga tiap daerah berbeda

Disadur dari MajalahPengusaha.Com:
 
http://www.majalahpengusaha.com/content/view/79/30/1/1/ 


Untuk Bisnis Plan Laundry Kiloan bisa dilihat di:
 
http://kartikasari08.wordpress.com/2008/03/13/bisnis-plan-laundry-kiloan/ 

Selasa, 15 Juli 2014





        Sepuluh atau 20 tahun ke belakang, tak banyak pelaku usaha yang bergelut di bidang jasa mencuci (laundry), terutama laundry kiloan. Jasa laundry hanya mudah ditemukan di hotel-hotel berbintang ataupun tempat laundry ekslusif dengan pelayanan ekslusif pula. Pakaian yang dicuci pun, pakaian yang memerlukan perlakuan khusus. Harga satuannya cukup mahal.
Nah, semakin sibuknya masyarakat di tanah air, tak jarang orang-orang tak punya waktu untuk sekedar mencuci pakaiannya sehari-hari. Kebutuhan akan jasa itu dimanfaatkan oleh bibi-bibi sekedar mengisi waktu luang. Mereka dari rumah ke rumah mencucikan pakaian tetangganya atau di bawa ke rumah masing-masing. Pagi hari mengambil cucian dan sore hari dikembalikan kepada majikannya. Mencucipun tanpa mesin, cukup dibilas dengan tangan dan mengeringkan dijemur di bawah terik mentari. Soal honor tak ada ukuran atau bayaran seiklasnya. Terserah si majikan yang memberi. Cucian sedikit atau banyak, honornya segitu saja.
       Karena dianggap tidak memerlukan keahlian khusus, tak jarang tukang jasa cuci seperti itu selalu digambarkan sebagai pekerjaan rendahan atau orang pinggiran. Sering tergambar berita di TV, kesengsaraan seseorang selalu diembel-embeli dengan, ”hanya buruh cuci yang pendapatan hariannya tidak menentu”.
      Kini, kondisi seperti itu sangat berbeda 180 derajat. Hampir di setiap gang, sangat mudah ditemukan workshop atau agen yang menerima jasa cucian dengan tarif kiloan.Terutama di lokasi yang dekat dengen kampus dan kos-kosan. Uniknya para penyedia jasa laundry itu, dari sisi penampilan tak kalah bagusnya dengan toko pakaian atau warnet. Workshop, dengan warna cat mencolok juga pegawainya mengenakan seragam. Petugas delivery pun sudah jarang yang menggunakan sepeda kayuh. Paling kecil menggunakan sepeda motor bahkan mobil khusus antar jemput laundry.
     Demikian juga jika masuk ruang workshop laundry. Selain penampilan karyawannya yang bersih, ownernya keren-keren. Komputer atau laptop di ruang kerjanya, blackberry di tangannya dan tampilan mobil di depan workshopnya.
     Dari segi pendidikan jangan anggap remeh. Tak jarang mereka lulusan sarjana. Saya punya beberapa klien yang membuka laundry. Yang pertama, dia karyawan sebuah bank BUMN. Ia menemui saya setelah membaca tulisan saya tentang mulai bisnis laundry kiloan. Dia menanyakan berbagai keperluan untuk bisnis laundry dari A sampai Z. Dia lulusan S1 jurusan ekonomi dan sedang melanjutkan S2. Dari pekerjaannya sebagai karyawan bank ia sudah memiliki kendaraan sendiri. Kini dia sudah membuka usaha laudry kiloan depan rumah sakit sewasta di Ciamis.
     Klien kedua, seorang sarjana lulusan sebuah perguruan tinggi agama di Jakarta. Setelah lulus ia kembali ke kampung halaman. Klien tersebut teman saudara saya yang masih satu kampus beda angkatan. Kini, usaha laundrynya sudah berjalan. Dia baru punya satu karyawan.
Sungguh berbeda tukang cuci saat ini dengan tukang cuci bibi-bibi zaman dulu. Bila bibi-bibi hanya mengisi waktu luang untuk mencuci juga karena tidak punya pekerjaan lain, kini mencuci menjadi bisnis yang dikelola secara profesional. Bahkan sudah banyak waralaba laundry dengan modal awal yang tak kalah besarnya dengan usaha lain.
      Maka tak salah, jika anda memasuki workshop sebuah laundry, penjaganya cantik sedang ngutak-ngatik laptop, di tangannya blackbarry dan di depan workshopnya mobil mengkilap. Ah memang zaman sudah berubah. Saya usul, berita-berita di TV jangan lagi mengaitkan gambaran kesengsaraan rakyat miskin dengan “hanya buruh nyuci”. Ganti saja oleh pekerjaan lain…(anp)


Sumber : Kompasiana

Senin, 14 Juli 2014




Dasar-Dasar Bisnis Laundry 
  • Tentang Laundry & Segmentasi
Dengan perkembangan model busana dan aneka pernak perniknya. Misalkan, kain berkombinasi dengan bordiran, mute, payet rumbai rumbai kaca, bulu, logam dan masih banyak lagi. Sebagai kelengkapan rumah tanggapun semakin beragam seperti, bed cover, duved cover, berbagai jenis dan model handuk, dll. Dengan perkembangan kain serta modelnya maka pencucian dan perawatanya menjadi sulit, disinilah jasa laundry mulai diperlukan.
Laundry pun bukan sekedar tempat mencuci melainkan sebagai tempat perawatan pakaian agar lebih bersih dan awet, dan factor serba instant serta praktis menjadi trend bagi masyarakat saat ini.
Begitu pentingnya keberadaan laundry saat ini maka bisnis ini begitu berkembang pesat. Kalau jaman dulu jasa laundry masih dikelola oleh kebanyakan dihotel hotel tapi saat ini baik kalangan bermodal atau masyarakat umum mulai memanfaatkan jasa laundry.
  • Prosedur Laundry
Mengerjakan segala sesuatu harus melalui tahapan-tahapan yang benar. Tidak bisa tahap akhir dikerjakan di awal pekerjaan. Begitupun sebaliknya. Dalam hal laundry tahapan itu menjadi prosedur baku yang harus dilewati. Ada delapan langkah laundry yang wajib ditaati. Misalnya saja tahap pengambilan bahan yang akan dicuci, pemisahan, tahap pencucian, tahap pengeringan, atau tahap pressing.
  • Difinisi Kotoran di Laundry
Kotoran (Dirt) adalah benda yang tidak diharapkan pada textile atau permukaan lainya. Kotoran ini biasanya terdiri dari gabungan beberapa komponen, tergantung dari jenis dan pemakaian dari kain tsb, misalnya. 
  • Tentang Dryclean
Dry cleaning adalah proses mencuci dengan menggunakan solven, bukan air.
Langkah Meningkatkan Produksi
Operasional laundry tidak hanya menghasilkan cucian bersih, harum serta lipatan yang rapi. Tetapi juga harus menjaga keuntungan dengan cara mengontrol biaya operasional dan produksi cucian yang maksimal.
“Sumber : Pengusaha Laundry Jogja”